Nama: Dida Rasidah Afifah
Prodi: PGMI 4A
Tugas: Bahasa Indonesia 3
ANALISIS FILM FREEDOM WRITERS
Identitas Film
Judul Film : Freedom Writers
Sutradara : Richard La Gravenese
Produksi : Paramount Pictures, Tahun 2007
Penulis Naskah : Richard La Gravenese
Pemeran : Hillary Swank, Dolores Umbridge, Patrick Demsey, dll.
Diceritakan Erin Gruwel (Hillary Swank), seorang perempuan yang berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School untuk mengajar Bahasa Inggris di kelas 203, di mana dalam kelas tersebut terdapat beragam gank ras yang selalu berkelompok, seperti ras Kamboja, kulit hitam, Latin, dan kulit putih. Gank-gank tersebut mempunyai pengalaman tragis yang beragam sehingga kehidupan sosialnya ekstrim.
Para murid sama sekali tidak tertarik dengan kehadiran Erin pada awalnya, mereka tidak perduli terhadap pendidikan. Kabanyakan dari mereka tidak senang terhadap orang berkulit putih. Mereka menganggap bahwa Erin tidak mengerti apapun tentang kehidupan mereka yang keras, bagi mereka hidup adalah tentang bagaimana mereka bertahan dari musuh dan menjadi yang paling terkuat.
Namun karena kesabaran Sang Guru ini, lambat laun kelas menjadi cair dan saling menghargai, Erin menerapkan beberapa metode yang efektif dalam mengelola kelas seperti permainan, memberikan jurnal untuk mencatat buku harian dan merekomendasikan bahkan memberikan secara cuma-cuma buku-buku inspiratif seperti karya Anne Frank kepada mereka.
Metode Erin Gruwel dalam mengelola kelas 203
Saya mengembangkan apa yang saya baca di blog
http://notehoujin.blogspot.co.id/2011/03/analisis-film-freedom-writers.html di dalam blog tersebut membahas mengenai film Freedom Writers dan kaitannya terhadap salah satu teori strategi inovasinya Udin Syaefudin, yang mana dalam teorinya menyebutkan ada empat macam strategi inovasi pendidikan, yaitu: strategi fasilitatif, strategi pendidikan, strategi bujukan, dan strategi paksaan. Strategi yang dilakukan Erin Gruwell selama ia mengajar sebagi guru bahasa Inggris di Woodrow Wilson High School diantaranya sebagai berikut.
a. Strategi Fasilitatif (Facilitative Strategies)
Pelaksanaan strategi fasilitatif dalam pembelajaran yang dilakukan Erin bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan siswanya supaya menunjang proses pembelajaran sekaligus menyatukan kelas. Erin melakukan strategi ini dengan cara menyediakan buku-buku yang dijadikan referensi dalam pembelajaran, memberikan jurnal kepada siswa untuk mencatat buku harian sehingga Erin mampu memahami keadaan mereka, meskipun ia harus bekerja di tempat lain untu mengumpulkan biaya dalam menjalankan strategi ini, bahkan mengancam kehidupan pribadinya dengan sang suami.
b. Strategi Pendidikan (Re-Educatif Strategies)
Pelaksanaan strategi pendidikan dengan cara antara lain sebagai berikut.
1) Memahami karakteristik peserta didik.
2) Memilih metode pembelajaran yang tepat.
Erin melakukan beberapa motede dalam pengelolaan kelas dalam menunjang proses pembelajaran, seperti menyetel musik saat pembelajaran berlangsung, kemudian memindahkan tempat duduk siswanya yang satu gank atau anti terhadap teman sekelasnya dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan antar kelompok dan lebih mengenal satu sama lain dan Study Tour ke Museum of Tolerance.
3) Memberikan motivasi kepada siswa.
Pada saat Tito mengolok-olok Jamal yang berkulit hitam dengan menggambar karikatur orang negro yang berbibir tebal yang membuat keadan kelas menjadi ricuh. Saat itulah Erin memberikan motivasi kepada Jamal khususnya dan anak-anak lain dengan menceritakan bahwa kejadian ini pernah terjadi pada zaman Hitler.
4) Melakukan pendekatan, baik secara individu maupun kelompok kepada para siswanya.
c. Strategi Bujukan (Persuative Strategies)
Erin memberikan jurnal untuk peserta didiknya, ia membujuk mereka untuk menulis apa saja dalam buku tersebut, curhatan, puisi, lagu dan pengalaman mereka yang kelam saat dahulu.
d. Strategi Paksaan (Power Strategies)
Erin memaksa anak didiknya untuk membaca buku “The Diary of Anne Frank” agar mereka tahu apa yang terkandung dalam buku tersebut. Dan pandangan mereka pun lambat laun berubah menjadi lebih baik.

0 Comments